Info Sekolah
Kamis, 17 Sep 2026
  • SMK Negeri 8 Purworejo. Desa Bajangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo., Jawa Tengah

Merajut Kesiapan Asesi: LSK Tata Busana Gelar Sosialisasi Skema Sertifikasi dan Pre-Assessment 2026

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 — Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di bidang tata busana kembali diwujudkan. Bertempat di aula utama SMK Negeri 8 Purworejo yang telah disiapkan secara representatif, rangkaian kegiatan Sosialisasi Skema Sertifikasi, Materi Uji Kompetensi (MUK), serta Pelaksanaan Pre-Assessment Uji Kompetensi Keahlian Tata Busana Tahun 2026 resmi digelar secara khidmat, tertib, dan penuh antusiasme.

Suasana semangat profesionalisme sudah terasa sejak pagi hari. Para calon peserta uji sertifikasi (asesi) dari berbagai latar belakang keahlian tata busana tampak memadati ruangan dengan mengenakan pakaian rapi sesuai tata tertib. Tepat pukul 09.00 WIB, pembawa acara membuka rangkaian kegiatan secara resmi, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan hangat dari panitia penyelenggara.

Sesi I: Pemaparan Skema Sertifikasi dan MUK oleh Ibu Rina Susanti (PT Garmindo)

Agenda utama dilanjutkan dengan memasuki sesi sosialisasi yang menghadirkan narasumber pakar dari dunia industri, yaitu Ibu Rina Susanti, perwakilan manajemen dan ahli tekstil/garmen dari PT Garmindo.

Dalam pemaparannya yang lugas dan berbobot, Ibu Rina Susanti membedah secara mendalam peta jalan (roadmap) sertifikasi kompetensi keahlian tata busana untuk periode tahun 2026. Beliau menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif untuk mendapatkan selembar sertifikat, melainkan pengakuan resmi atas tolok ukur kapabilitas, efisiensi kerja, dan standar mutu yang diakui langsung oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Materi sosialisasi fokus pada tiga pilar utama:

  1. Pembedahan Skema Sertifikasi 2026: Penjelasan rinci mengenai unit-unit kompetensi yang wajib dikuasai, mulai dari Analisis Desain, Pembuatan Pola (Pattern Making), Teknik Pemotongan Bahan (Cutting), Teknik Menjahit Kombinasi (Assembling/Sewing), hingga Proses Penyelesaian Akhir (Finishing & Quality Control).
  2. Pencermatan Materi Uji Kompetensi (MUK): Ibu Rina membimbing peserta untuk memahami struktur MUK terbaru, kriteria unjuk kerja (KUK), batasan variabel penilaian, serta instrumen pendukung yang akan digunakan oleh para asesor saat pengujian berlangsung.
  3. Penerapan K3 dan Efisiensi Industri: Penekanan khusus diberikan pada pentingnya efisiensi tata letak pola di atas kain (fabric layout), ketepatan ukuran, kerapian jahitan, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area workshop.

“Dunia industri tekstil dan garmen hari ini menuntut ketelitian tinggi, ketepatan waktu, serta konsistensi standar mutu. Melalui pemahaman MUK yang utuh, para calon asesi tidak hanya siap menghadapi ujian, tetapi juga siap terjun secara profesional di lapangan kerja,” ujar Ibu Rina Susanti di sela-sela pemaparannya.

Sesi sosialisasi yang berlangsung hingga menjelang tengah hari ini diperkaya dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan teknis seputar toleransi ukuran, kendala bahan, hingga trik manajemen waktu saat uji praktik. Semua pertanyaan direspon secara gamblang dan solutif oleh Ibu Rina Susanti.

 

Setelah jeda istirahat dan Ishoma, kegiatan dilanjutkan ke tahap krusial berikutnya, yaitu Pre-Assessment Uji Kompetensi. Tahapan ini dipandu langsung oleh tim panitia teknis dan tim asesor untuk memastikan seluruh calon asesi telah memenuhi persyaratan dasar sebelum direkomendasikan masuk ke uji kompetensi utama.

Pada proses pre-assessment ini, setiap calon peserta melakukan:

  • Pengisian Asesmen Mandiri (Form APL-02): Peserta menilai sejauh mana kesiapan dan penguasaan mandiri terhadap tiap unit kompetensi yang dipersyaratkan.
  • Verifikasi Dokumen & Portofolio: Penilaian dan validasi kelengkapan berkas administrasi, sertifikat pelatihan pendukung, serta bukti-bukti karya (portofolio) busana yang telah dibuat sebelumnya.
  • Konsultasi Kesiapan: Interaksi langsung antara peserta dan tim penilai untuk mengidentifikasi apabila terdapat kendala teknis atau kebutuhan khusus sebelum pelaksanaan hari H uji kompetensi.

Proses pre-assessment berlangsung secara bertahap, tertib, dan sistematis hingga seluruh calon peserta selesai diverifikasi secara menyeluruh. Tim penilai memastikan bahwa setiap peserta memahami hak dan kewajibannya serta berada dalam status Ready to be Assessed (Siap untuk Dinilai).

Seluruh rangkaian kegiatan Sosialisasi Skema Sertifikasi, Pemaparan MUK, hingga Pre-Assessment Uji Kompetensi Keahlian Tata Busana Tahun 2026 yang berlangsung maraton sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses tanpa hambatan berarti.

Melalui sinergi erat bersama Ibu Rina Susanti dari PT Garmindo, kegiatan ini berhasil memberikan kejelasan arah, kepercayaan diri, serta pemahaman komprehensif bagi seluruh calon peserta. Diharapkan, pembekalan matang pada hari Senin ini menjadi pijakan kokoh bagi para peserta untuk meraih predikat “KOMPETEN” pada Uji Kompetensi Keahlian Tata Busana mendatang.